Minggu, 06 Maret 2011

Exchange Rates and the Balance of Payments


The Exchange Rate
           
Perdagangan antar negara dapat terjadi jika mata uang dari satu negara dapat dipertukarkan dengan mata uang dari negara lain yang menjadi partner dagangnya. Transaksi suatu mata uang dengan mata uang yang lain disebut foreign-exchange transaction. Istilah foreign-exchange me-refer kepada mata uang asing atau berbagai claim atas suatu mata uang, seperti bank deposit atau promise untuk membayar, yang secara riil dapat diperdagangkan dengan mata uang yang lain.
            Exchange rate (nilai tukar mata uang) adalah harga mata uang asing dalam satuan hitung mata uang domestik (rupiah dalam kasus Indonesia), yaitu berapa banyak rupiah yang diperlukan untuk membeli satu unit mata uang asing.
            Kenaikan nilai eksternal rupiah atau apresiasi rupiah berarti bahwa lebih sedikit rupiah yang diperlukan untuk membeli satu unit mata uang asing. Contoh : Jika rupiah apresiasi terhadap US dollar dari 9.500 menjadi 8.500. Hal ini berarti bahwa lebih sedikit rupiah yang diperlukan untuk dapat memperoleh 1 US dollar. Apresiasi rupiah mengisyaratkan adanya penurunan exchange rate atau turunnya harga mata uang asing.
            Sebaliknya, turunnya nilai eksternal rupiah atau depresiasi rupiah berarti bahwa lebih banyak rupiah yang dibutuhkan untuk membeli satu unit mata uang asing. Contoh : Jika rupiah depresiasi terhadap US dollar dari  8.000 menjadi 9.000. Ini berarti bahwa lebih banyak rupiah yang dibutuhkan untuk memperoleh 1 US dollar. Depresiasi rupiah mengimplikasikan adanya kenaikan exchange rate atau meningkatnya harga mata uang asing.
            Dapat disimpulkan bahwa karena exchange rate mengekspresikan nilai suatu mata uang dalam satuan hitung mata uang yang lain, maka pada saat suatu mata uang mengalami apresiasi, mata uang yang lain harus mengalami depresiasi, dan sebaliknya.

Balance of Payments Accounts

           
Records dari berbagai perdagangan dengan negara-negara lain dicatat dalam balance of payments accounts yang terdiri dari current account, capital account, dan official financing account.

Current Account


Current account mencatat transaksi yang muncul dari perdagangan barang dan jasa. Juga termasuk net investment income, yaitu income yang diperoleh penduduk suatu negara dari asset yang dibayarkan kepada mereka oleh pihak luar negeri. Current account dibagi dua, yaitu : (i) trade balance yang mencatat pembayaran dan penerimaan yang muncul akibat aktifitas ekspor dan impor, serta (ii) capital service account yang mencatat pembayaran dan penerimaan income dari asset.

Capital Account

           
Capital account mencatat transaksi yang berhubungan dengan pergerakan internasional (antar negara) dari financial capital. Ketika seorang Indonesia membeli asset luar negeri (foreign assets), maka financial capital akan keluar dari Indonesia menuju ke luar negeri. Hal ini disebut capital outflow atau capital export (aliran modal ke luar negeri). Jika seorang Indonesia menjual asset-nya ke luar negeri, maka financial capital akan masuk ke Indonesia dari luar negeri. Keadaan ini disebut capital inflow atau capital import (aliran modal ke dalam negeri).
            Capital account sering dibedakan dalam dua kategori untuk membedakan antara pergerakan capital atau modal dalam short term dan long term. Capital dalam jangka pendek (short term capital) adalah uang yang dipegang dalam bentuk asset yang sangat liquid, seperti bank accounts dan short term treasury bills. Capital dalam jangka panjang (long term capital) mewakili funds yang masuk ke suatu negara dan dicatat sebagai kredit atau funds yang keluar dari suatu negara serta dicatat sebagai debit untuk di-invest pada asset yang kurang liquid, seperti long term bonds atau dalam bentuk capital secara fisik, seperti pabrik perakitan mobil.
            Long term capital yang merupakan bagian dari capital account terdiri dari dua bagian, yaitu direct investment dan portfolio investment. Direct investment atau foreign direct investment terkait dengan perubahan di dalam kepemilikan penduduk asing atas perusahaan domestik dan kepemilikan penduduk domestik atas perusahaan asing. Portfolio investment merupakan investasi dalam bentuk bonds atau kepemilikan minoritas atas saham yang tidak melibatkan pengawasan hukum.

Tabel 1 : U.S. Balance of Payments, 1997

(billions of dollars)
CURRENT ACCOUNT
Trade Account

Merchandise exports
+ 679.3
Service exports
+ 258.3
Merchandise imports
- 877.3
Service imports
- 170.5
Trade Balance
- 110.2

Capital Service Account


Net investment income (including unilateral transfer)

- 45.0
Current Account Balance
- 155.2
CAPITAL ACCOUNT
Net change in US investments abroad
[capital outflow (-)]

- 477.5
Net change in foreign investments in US
[capital inflow (+)]

+ 717.6
Capital Account Balance
+ 240.1
OFFICIAL FINANCING ACCOUNT
Change in official reserves
[increases (-)]

- 1.0
Change in liabilities to official foreign agencies
[increases (+)]


+ 15.8
Statistical Discrepancy
- 99.7
Official Financing Balance
- 84.9
BALANCE OF PAYMENTS
0.0
Official Financing Account

            Official financing account yang mewakili transaksi dalam cadangan financial dipegang oleh pihak bank sentral, dan disebut juga sebagai official settlements account. Bank sentral memegang cadangan financial yang akan digunakan di dalam foreign-exchange transactions. Beberapa dari cadangan financial adalah berupa emas, mata uang asing atau claim atas mata uang asing, dan international currency yang disebut special drawing rights (SDRs).

            Bank sentral dapat melakukan intervensi di pasar foreign exchange untuk mempengaruhi nilai tukar mata uang domestic. Contoh (1) : Untuk menghindari external value yang dapat menurunkan mata uang domestic (rupiah) dari penurunan nilai, bank sentral harus membeli rupiah dan menjual mata uang asing. Hal ini dapat dilakukan hanya jika bank sentral memiliki cadangan financial berupa mata uang asing. Contoh (2) : Jika bank sentral ingin menghentikan kenaikan nilai rupiah, maka bank sentral akan menjual rupiah. Hal ini akan mengakibatkan cadangan financial berupa mata uang asing bertambah karena bank sentral melakukan pembelian mata uang asing.  

The Determination of Exchange Rates


            Ketika tidak terjadi official financing transactions oleh bank sentral, nilai tukar ditentukan oleh keseimbangan antara penawaran dan permintaan foreign exchange yang timbul dari capital account dan current account. Kondisi seperti ini menunjukkan adanya sistem nilai tukar yang fleksibel (flexible exchange rate). Ketika official financing transactions digunakan untuk menentukan nilai tukar mata uang (exchange rate) pada nilai tertentu, maka pada kondisi ini berlaku sistem fixed exchange rate.

Diantara kedua sistem tersebut terdapat beberapa sistem nilai tukar, seperti adjustable peg dan managed float. Di dalam sistem adjustable peg, pemerintah menetapkan nilai tukar pada tingkat tertentu, akan tetapi pada keadaan tertentu pemerintah akan mengubah nilai tukar tersebut. Dalam sistem managed float, bank sentral berperan dalam stabilisasi nilai tukar, namun tidak menetapkan nilai tukar pada tingkat tertentu.

Gambar 1 : Fixed and Flexible Exchange Rates


























S
 



E0
 

 











e2
 


D
 

 




 





Penjelasan singkat Gambar 1 :

            Jika official financing sama dengan nol, maka terjadi flexible exchange rate yang akan menyeimbangkan permintaan foreign exchange dan penawaran foreign exchange. Keseimbangan ini terjadi pada titik E0 dengan nilai tukar (exchange rate) berada di e0 . Jika exchange rate lebih tinggi, yaitu berada di e1 , maka penawaran foreign exchange akan melebihi permintaan foreign exchange. Exchange rate akan turun (US dollar akan terapresiasi terhadap yen) hingga exchange rate mencapai e0 , dimana keseimbangan berada pada titik E0 . Jika exchange rate berada di e2 , permintaan foreign exchange akan melebihi penawaran foreign exchange. Nilai tukar (exchange rate) akan naik (US dollar akan terdepresiasi terhadap yen) hingga exchange rate mencapai e0 , dimana keseimbangan dicapai pada titik E0 .

            Pemerintah dapat menetapkan exchange rate dengan menggunakan transaksi official financing untuk menyeimbangkan excess demand of foreign exchange atau excess supply of foreign exchange yang muncul pada exchange rate dengan nilai tetap. Contoh : Jika bank sentral ingin menetapkan exchange rate pada e1 , maka akan terdapat balance of payments surplus yang disebabkan penerimaan (pada current account dan capital account) melebihi pembayarannya. Bank sentral akan membeli foreign exchange (dan menjual US dollar) untuk menyeimbangkan excess supply of foreign exchange. Seandainya bank sentral memilih untuk menetapkan exchange rate pada e2 , maka akan terjadi balance of payments deficit yang dikarenakan penerimaan (pada current account dan capital account) kurang dari pembayarannya. Bank sentral akan menjual foreign exchange (dan membeli US dollar) untuk menyeimbangkan excess demand of foreign exchange.
            Seperti halnya pasar persaingan barang dan jasa, pasar foreign exchange juga berada dalam keadaan dimana kekuatan permintaan dan penawaran menuju kepada harga keseimbangan yang menunjukkan bahwa jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
           















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar